Live Export

Bahasa: Laporan Pasar: Industri Daging Sapi Asia Tenggara

Dr Ross Ainsworth, May 10, 2019

Ross Ainsworth's SE Asia Report

Poin-Poin Utama

  • Sebuah operator feedlot besar di Indonesia menutup bisnisnya secara permanen.
  • Turunnya harga daging kerbau India di Indonesia meningkatkan persaingan terhadap daging sapi segar.
  • Wabah African Swine Fever merebak di Vietnam dan Kamboja.
  • Musim hujan di Northern Territory gagal

Indonesia: Sapi Potong Steer, AUD $3,78/kg bobot hidup (Rp10.050 = AUD $1)

Harga tetap lemah karena sejumlah feedlot masih dipenuhi oleh sapi-sapi yang terlampau gemuk akibat diberi pakan terlalu lama, sehingga harga sapi potong tetap rendah. Harga indikator untuk sapi potong turun lagi menjadi Rp38.000 per kg bobot hidup. Dimulainya bulan Ramadhan pada 5 Mei ini mestinya memastikan bahwa harga tidak akan merosot lebih jauh dan kemungkinan besar akan kembali menguat menjelang akhir bulan puasa. Sejumlah tempat penggemukan atau feedlot belum mampu menjual habis persediaannya sejak Oktober 2019, meskipun di bulan-bulan berikutnya jumlah impor mendekati 40.000 ekor. Bulan Maret menjadi pengecualian dengan jumlah impor sedikit di atas 55.000 ekor karena para importir mengambil keuntungan dari harga sapi bakalan yang sangat murah dari para produsen di Australia bagian utara akibat kekeringan. Lonjakan jumlah ini masuk akal karena sapi-sapi tersebut nantinya akan dijual di bulan Juli, setelah stok sebelumnya sudah habis terjual demi memenuhi puncak permintaan di bulan Ramadhan/Lebaran. Total impor untuk bulan April tampaknya juga akan berkisar pada 40.000 ekor sehingga jumlah sapi akan kembali ke angka yang masuk akal, untuk memenuhi permintaan daging sapi segar yang diperkirakan akan terjadi.

Persaingan dengan daging kerbau India tampaknya meningkat karena jumlah yang lebih besar kini ditawarkan dengan harga eceran yang lebih rendah, turun dari Rp100.000 pada hari-hari awal pasokan menjadi Rp80.000 dan sekarang menjadi Rp70.000-75.000 per kg untuk daging kerbau tanpa tulang. Karena China secara bertahap menutup pintu terhadap impor ilegal daging kerbau India, sejumlah besar daging dialihkan ke pasar-pasar lain dengan harga diskon, dan konsumen Indonesia tampaknya memetik manfaat dari produk alihan yang lebih murah ini.

Tertekannya industri feedlot Indonesia menjadi sorotan selama bulan April,  dengan ditutupnya salah satu importir/feedlot terbesar di Indonesia, yang berbasis di Jawa Barat. Perusahaan ini memiliki dua feedlot besar dengan kapasitas tampung total sekitar 40.000 ekor dan merupakan operator yang sukses selama beberapa dekade. Satu lokasinya sudah dijual dan kini mereka sedang menjual sapi-sapi yang tersisa di lokasi kedua, sebelum secara permanen menutup bisnisnya di sana. Seluruh industri sedang berada di bawah tekanan ekstrim akibat berbagai faktor, mulai dari daging kerbau India hingga kebijakan pemerintah dan kekeliruan komersial seperti mengimpor 81.000 ekor pada bulan Oktober lalu,  yang secara efektif meruntuhkan pasar sejak Januari hingga kini.

Musim hujan secara umum gagal di Northern Territory, karena musim hujan berikutnya diperkirakan baru akan terjadi paling cepat pada akhir Oktober / November. Hal ini memaksa sebagian besar sapi bakalan dijual lebih awal dan dengan harga rendah, sehingga memungkinkan harga CIF di Jakarta pada pertengahan April turun lebih jauh ke level terendah $2,55. Harga ini sudah meningkat dimana pada akhir April, harga sapi bakalan Darwin naik menjadi sekitar AUD $2,90 atau menjadi USD $2,75 untuk harga CIF. Mereka yang dekat dengan pasar di Australia utara menyebutkan bahwa sejumlah kecil sapi bakalan masih akan tersedia hingga bulan Mei dan Juni, namun akan sangat sulit diperoleh dan harganya akan jauh lebih mahal mulai bulan Juli dan seterusnya.

Foto: Hypermart Bengkulu di Sumatera Barat menjual daging kerbau India beku tanpa tulang dengan harga @ Rp80.000 per kg atau setara AUD$8 per kg

Foto: Hanya ada dua kios daging sapi di pasar basah terbesar di Labuan Bajo, Flores Barat dan kios di atas adalah yang terbaik. Daging sapi dan jeroan berasal dari sapi Bali lokal dengan harga daging knuckle Rp110.000 per kg atau AUD $11,0

Sapi Bali yang bagus ini berada di pekarangan belakang sekitar 200 meter dari rumah saya di Seminyak, Bali. Memelihara sapi di Bali lebih merupakan hasrat orang Bali, dan bukan untuk industri daging sapi.

Supermarket Aeon Mall di BSD, Jakarta. Coba bagi harga ini dengan 10.000 untuk mendapatkan perkiraan nilai AUD, sehingga Rp42.500 = AUD $ 42,50. Rantai supermarket ini memiliki relasi erat dengan pemasok di Tasmania.

Vietnam: Sapi Potong Steer, AUD $4,42/kg (VND16.500 = AUD $1)

Harga untuk semua kelas stok tidak berubah sejak bulan lalu dengan tingkat indikator untuk sapi potong yang tersisa berada pada Dong 73.000 per kg bobot hidup.

Angka impor ke Vietnam terus meningkat dimana hampir 50.000 ekor diimpor hingga akhir Maret tahun ini. Meskipun merupakan awal yang menggembirakan, namun ini masih jauh di bawah kinerja perdagangan untuk periode yang sama di tahun 2015 ketika 85.000 ekor sapi diimpor dan total impor tahunan mencapai 360.000. Kapasitas feedlot nasional yang mencapai 100.000 ekor saat ini terisi sekitar 50% .

Berita penting di bulan ini adalah pengumuman bahwa penyakit African Swine Fever (ASF) terkonfirmasi di Vietnam dan Kamboja. Dengan besarnya jumlah keluarga di daratan Asia Tenggara yang memelihara babi di halaman belakang untuk memanfaatkan limbah makanan dan untuk konsumsi pribadi, kemungkinannya sangat tinggi bagi wabah ini untuk menyebar dengan cepat. Dampaknya terhadap industri daging babi di kawasan ini akan sangat besar dan langkah-langkah pengendalian sangat sulit dilakukan mengingat perbatasan yang sangat rentan di wilayah Mekong Raya di mana penyelundupan sudah menjadi cara hidup. Teknologi blockchain yang baru dari FAO sudah diterapkan di wilayah Delta Mekong dalam upaya meningkatkan komunikasi antara otoritas dan para peternak dalam mengelola peternakan dan melakukan langkah-langkah untuk mengatasi epidemi darurat secara lebih baik.

Foto dari situs internet JBS Foods di Vietnam.

 

China: Sapi Potong, AUD $5,45/kg (RMB 4,77 = AUD $1)

Tingkat harga indikator untuk sapi potong di Shanghai sedikit menurun sehingga harga dalam laporan menjadi RMB26 per kg bobot hidup. Harga eceran untuk daging sapi dan ayam tidak mengalami perubahan signifikan sejak awal merebaknya wabah ASF, meskipun situasi ini diperkirakan akan berubah pada paruh kedua tahun 2019 ketika dampak penuh akibat berkurangnya stok babi nasional mulai menyentuh pasar. Terlepas dari langkah tegas pemerintah untuk mengendalikan dan memberantas penyakit dan memfasilitasi sejumlah besar daging babi impor, penurunan produksi domestik masih akan mengakibatkan destabilisasi umum di pasar daging babi pada akhir tahun ini. Tanpa vaksin dan kemampuan virus yang dapat bertahan selama berbulan-bulan dalam lingkungan, risiko infeksi ulang sangat signifikan dan periode kosong yang direkomendasikan sebelum mengisi ulang stok ternak menjadi panjang. Semua peternak China beroperasi di tanah milik negara sehingga sewaktu mereka mendekati bank untuk mendapatkan akses pembiayaan, satu-satunya aset mereka adalah stok ternak yang ingin mereka beli dan yang berpotensi terkena infeksi ulang serta terkena aturan pembantaian wajib. Akibatnya, banyak peternak cenderung meninggalkan industri ini dan beralih ke sektor lain yang kurang berisiko, atau setidaknya mereka akan menunggu sampai situasi menjadi stabil.

Filipina: Sapi Potong, AUD $4,67/kg (Peso 36,8 = AUD $1)

Harga sapi potong masih sama untuk bulan ini, dan penguatan mata uang Peso bertanggung jawab atas sedikit kenaikan harga dalam AUD di atas. Tradisi Prapaskah Kristen adalah masa di mana umat Kristiani melakukan refleksi dan berpuasa serta mengurangi berbagai pesta dan acara. Untuk tahun 2019, masa tersebut berlangsung pada 6 Maret hingga 18 April, sehingga konsumsi daging sapi akan berkurang selama periode ini. Meski demikian, harga daging sapi dan ayam tetap stabil sepanjang bulan April.

Meskipun Filipina terpisah oleh laut dengan China dan Asia Tenggara, penyelundupan produk-produk dari China daratan ke Filipina sudah sejak lama menjadi kegiatan populer dan menguntungkan. Babi dan produk-produk babi termasuk barang yang diselundupkan secara tradisional sehingga kemungkinan infeksi ASF tertular ke Filipina sangat tinggi. Jika ini terjadi, maka permintaan dan harga daging sapi bisa bergerak lebih tinggi lagi.

Thailand:  Sapi Potong Steer, AUD $3,98/kg (Baht 22,6 = AUD $1)

Bulan ini, terjadi penurunan besar pada harga sapi potong dari sekitar 98 menjadi 90 Baht. Penyebabnya adalah tindakan serius oleh otoritas China untuk memberantas penyelundupan sapi hidup dari Thailand utara ke China melalui Myanmar di sungai Mekong. Sapi-sapi ini secara resmi dan legal diekspor dari kota pelabuhan Chiang Saen di Thailand, menggunakan kapal di sungai Laos ke pelabuhan-pelabuhan sungai di Myanmar utara. Setelah diturunkan di Myanmar, sapi (dan kerbau) diselundupkan melintasi sungai menuju barat daya China yang kemudian diangkut dengan truk ke kota-kota regional Xishuangbanna dan Kunming untuk disembelih. Cara ini ini sudah menjadi perdagangan besar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi kini menurun karena pihak berwenang China secara bertahap mengurangi tingkat perdagangan abu-abu global ini.  Pada bulan Desember 2018, saya berlayar menyusuri Mekong dari Barat Daya China ke Chiang Saen. Selama perjalanan tersebut, kami hanya melewati 5 kapal sehingga lalu lintas harian mungkin sekitar 100 ekor per hari, jauh di bawah perkiraan lintasan pada waktu puncak yang mencapai sekitar 600 ekor per hari.

Saya mendapat informasi bahwa sebagian besar perdagangan abu-abu lintas batas kini dipindahkan ke penyeberangan di perbatasan utara Boten di Laos. Ini adalah lokasi di mana jalur kereta api baru dan jalur China melintas ke Laos dalam perjalanan menuju ke Vientiane.

Foto pada Desember 2018: sapi potong diekspor secara legal melalui Mekong dari Thailand utara ke Myanmar utara. Dalam perjalanan saya dengan kapal baru-baru ini menyusuri sungai dari China ke Thailand, kami melewati 5 kapal yang membawa ternak dan kerbau ke arah hulu Myanmar. Kapal-kapal ini tidak penuh, ada banyak ruang cadangan untuk lebih banyak stok.

Foto pada Desember 2018: Kapal ini sedang menurunkan kerbau ke sebuah truk di tepi sungai (barat daya) wilayah Myanamar. Dari sini, hanya beberapa ratus meter melintasi sungai menuju provinsi Yunnan, Cina barat daya.

Foto: Sewaktu mengunjungi Chiang Saen pada bulan Juli 2014, perdagangan sungai ke China meningkat pesat dengan perkiraan 500-600 ekor per hari diberangkatkan melalui sungai ke Myanmar dan China.

Singapura: nyaris sama mahal dengan di Roma

Singapura adalah salah satu kota favorit saya, kecuali dalam hal harga barang-barang mewah, termasuk daging sapi. Dan Anda hanya mendapatkan sekitar 96 sen Singapura untuk $ 1AUD.

Harga supermarket yang biasa di Scotts Road.

  • Daging cincang rendah lemak S $38 per kg
  • Daging iga dari sapi pemakan rumput S $64 per kg
  • Daging kelapa atau knuckle S $35 per kg
  • Stir fry S $40 per kg

Supermarket untuk produk dingin di Paragon centre, Orchard Road.

  • Sirloin Organik S $49,90 per kg
  • Stewing beef $29,90 per kg

Supermarket Fair Price di Scotts Road. Nilai tukar sekitar 0,96 Sing $ untuk AUD $1.Perhatikan bahwa harga di atas adalah per 100gram.

Supermarket daging dingin di Paragon centre, Orchard Road.Cold Storage supermarket in the Paragon centre Orchard Road.

Cold Storage Supermarket Orchard Road.

Ini baru Steak!

Saya bermain sepakbola dengan Ian (Foxy) Fox 41 tahun lalu, untuk Cobram “Tigers” di Victoria utara. Minggu lalu, Ian mengirimi saya foto steak yang diproduksi dari Blonde D’Acquitaine, yang dipelihara dan digemukkan di properti  Cobram miliknya. Beliau memasarkan daging sapi melalui Meatsmith di Melbourne dan saya tidak sabar lagi segera ke sana untuk mencobanya, tentu saja dengan bantuan beberapa orang sahabat.

Foto dari Ian Fox: daging steak dari peternakan Blonde miliknya, yang fotonya ada di bawah ini.

Foto dari Ian Fox: beberapa sapi milik Ian di Blonde D’Aquitaine di Cobram, Victoria utara. Dan, sapi-sapi ini dipelihara di kawasan yang mengalami kekeringan parah.

 

HAVE YOUR SAY

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your comment will not appear until it has been moderated.
Contributions that contravene our Comments Policy will not be published.

Comments

Get Beef Central's news headlines emailed to you -
FREE!